Tampilkan postingan dengan label tentang hidup. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tentang hidup. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 19 Desember 2015

Chapter 3 : Drama Turun Gunung Salak

Masih jelas banget di ingatan gw kejadian itu. Kejadian dimana Maul terkena hipotermia...

Ternyata kecepatan kami untuk turun ngga sesuai perkiraan. Apalagi dari awal kita turun, sebenernya sudah mulai hujan turun rintik - rintik. Jadi kalau ngga hati - hati, yang ada malah kepeleset. Perjalanan dari puncak sampai ke pos 5 ternyata memakan waktu satu jam. Waktu kami lagi istirahat , ga lama kemudian tim yang tadi ziarah sudah mulai turun gunung juga nyusul kami, dan mereka LARI! Gedebuk - gedebuk, suara langkah pasti mereka. Ga kaya kami yang turun langkah demi langkah. 
  

tiba di pos 5
 Sempat juga kami tanya
"Mas, cepet bener jalannya? ga takut jatuh?"
"Ngga mas, kita sudah biasa kaya gini sambil bawa mayat"

e busett.. kami langsung saling pandang. Ya pantas aja mereka cepet..

Walaupun di puncak sudah istirahat dan makan, sebenarnya tenaga yang kami punya sudah terkuras habis. Jalan kami sudah mulai terseok - seok. Sebentar - sebentar berhenti. Apalagi air minum sudah sangat terbatas. Badan gw sudah lengket banget, tangan dan kaki penuh lumpur. Sebenarnya di jalur cimelati ini ada air terjun, tapi untuk sampai ke sana bukan-lah hal yang mudah. Jadi lebih baik gw mengurungkan niat aja lah.

Jam 2 siang
Kami tiba di pos 3. Alhamdulillah di sini ada pipa air yang sengaja ada bolongannya untuk di manfaatkan para pendaki untuk refill air minumnya. Kami juga bisa bersih - bersih. Sempat kepikiran untuk mandi sebentar, tapi tiba - tiba hujan besar datang. Deraaaasssss bangetttt... petir dan kilat lomba - lomba untuk menyambar. Padahal awalnya di pos 3 ini kami hanya ingin istirahat sebentar, tapi perjalanan ngga mungkin kami lanjutkan. Berjalan di jalur Cimelati dalam keadaan hujan deras akan sangat berbahaya karena daerah ini rawan longsor. Kami berteduh dengan alat seadanya. Midun lebarkan lagi flysheet-nya untuk tempat berteduh dia, Maul dan Andi. Asyraf, Angga, Ayu dan Mastur berlindung menggunakan payung, gw berdua Vinny manfaatin matras yang kami bawa. Sedangkan Veri, dia cuma berteduh di bawah pohon dengan berlindung dibalik ponconya.

Setengah jam kami tunggu, hujan tak kunjung reda. Malah semakin deras. Semua orang sudah mulai menggigil kedinginan. Sampai akhirnya Mastur inisiatif untuk buka tenda berkapasitas 5 orang untuk menghangatkan badan. Awalnya isi tenda cuma Andi, Asyraf Mastur dan Veri. Tapi ternyata kurang hangat. Akhirnya gw dan Vinny ikut gabung di tenda. Meski tenda udah penuh, kami masih kedinginan juga. Masih ada space untuk Ayu dan Angga. Akhirnya kami ajak mereka gabung. Oh iyaa.. masih ada Maul dan Midun di luar sana. Mereka masih berteduh di bawah flysheet. Gw ajak mereka untuk gabung ke tenda. Tapi cuma Maul yang mau. Yowes.. Jadilah kami berdesak - desakan di dalam satu tenda. Kami sudah mulai merasa hangat. Satu kompor dihidupkan di tengah - tengah kami untuk merebus air dan uap yang ada akan bikin kami tambah merasa hangat. Maul udah keliatan banget mukanya pucat. Badannya dingin banget. Dengan masih menggendong tas daypack-nya dan jas hujan yang dia pakai, gw usap - usap tangannya dia sambil sesekali gw pijit punggungnya. Maul diam aja. Dia ngga respon apa - apa. Gw pikir mungkin karena dia emang pengen istirahat, karena sebelumnya gw sempat nyuruh dia untuk buka jas hujan dan tas dia biar ga ribet. Tapi dia bilang ga perlu.

Masih dengan usap - usap tangan dia, Andi bilang, "Vir, itu Maul di bangunin, ajak ngobrol". Bodohnya, gw bilang ga usah, karena Maul perlu istirahat. Dia mungkin pengen tidur sebentar, jadi baiknya kita biarin aja dia. Ternyata gw salah. Maul bukan mau istirahat. Beruntungnya Andi mendesak gw untuk bangunin Maul.
Awalnya gw masih dengan hati - hati bangunin Maul.

"Ul, bangun Ul... lu ga papa kan?". Ga ada respon dari Maul. Dia masih tidur dengan muka menunduk. Gw masih merasa semua baik - baik aja, sampai akhirnya berkali kali gw panggil Maul dan dia ngga respon. Temen - temen yang lain juga pada manggil Maul. Tapi tetap dia ngga ada respon. Gw baru sadar kalau Maul ngga sadarkan diri! Dan kemungkinan dia terserang hipotermia, kondisi dimana suhu tubuh menurun drastis dan menyebabkan kesadaran menghilang secara perlahan hingga pingsan. Suara gw mulai meninggi dan panik.

"MAUL BANGUUUNNNN!!!"

Sampai badan Maul gw goncang - goncang, dia tetap ngga ada respon. 

Andi bilang "Vir, tampar mukanya"
Dengan ga enak hati gw tampar Maul. Tapi masih belum respon. Badan Maul gw goyang - goyangkan lagi sambil sesekali gw tampar lagi. Pengen nangis rasanya. Ayu dan Vinny cuma bisa terdiam lihat kejadian itu. Masih dalam kondisi panik gw teriak "UL.. LU SADAR GA?? DENGER SUARA GW GA? TATAP GW, UL!". Dalam hati gw, "kasih gw respon, Ul.. pleaseeee..."

Akhirnya mata dia sedikit kebuka.
Gw teriak lagi buat memastikan, "Maul, lu dengar suara gw kannn?". Maul mengangguk sebagai tanda respon. Gw lega... Abis itu gw langsung mundur. Tugas selanjutnya gw serahin ke Andi dan Mastur. Biar Maul merasa hangat mereka harus skin to skin. Alhamdulillah, Angga memang penuh persiapan. Dia bawa alumunium foil yang biasa digunakan untuk sauna. Jadi sebelum Maul, Mastur dan Andi skin to skin, baju Maul di buka dan dia dibungkus dengan alumunium foil itu. Ternyata Maul belum sepenuhnya sadar. Andi dan Mastur masih berusaha menghangatkan badan Maul, mengusap - usap badan Maul. Tangan maul kami rendam di air yang kami masak.

Andi sesekali teriak, "Ul bangun, Ul. Ingat sebentar lagi lu mau jadi bapak!"
Asyraf di samping gw juga bilang, "Bang Maul, respon bang".
Kami yang cewek, cuma bisa terdiam.

Ga lama kemudian Maul nangis. Alhamdulillah.. lega banget rasanya. Maul udah bisa nangis berarti kesadarannya mulai pulih. Ga berapa lama drama ga sadarkan dirinya Maul, hujan pun berhenti. Kami memutuskan untuk melanjutkan perjalanan. Maul kami biarkan jalan duluan dengan dikawal oleh Angga dan Asyraf, karena kami harus beberes dahulu. Kabut sehabis hujan pekat banget. Jarak pandang ngga nyampe 10 meter mungkin. Apalagi kilat juga masih sering menyambar. Itu menandakan bahwa kami harus ekstra hati - hati.

Perjalanan dari pos 3 ke pos selanjutnya sudah ga begitu berat. Tapi tetap saja, karena kami semua sudah sangat lelah, langkah kami terseok - seok. Bahkan ga jarang Vinny, Veri dan Andi terpeleset. 

Jam 5 sore
Akhirnya sampai lah kami di pos satu. Tapi ternyata kami belum bisa merasa bahagia. Dari pos satu menuju basecamp itu masih jauhhh bangetttt..  Bahkan sampai adzan magrib pun kami masih berada di tengah hutan. Sejujurnya gw mulai parno. Senter kami cuma 3 yang berfungsi maksimal. Andi, Mastur, Veri dan Vinny sudah ga ada tenaga lagi. Langkah kami semakin melambat, tapi hari semakin gelap. Jalan belum menampakkan ujungnya. Di tengah kepasrahaan kami, ada sosok yang datang dari berlawanan arah dengan menggunakan senter. Dan ternyata itu Angga!. Whuaaaa.. terharu banget bisa ketemu Angga lagi. Kalau dia bisa balik lagi, berarti ujung hutan sudah semakin dekat. Kedatangan Angga seperti membawa semangat tersendiri bagi kami. Veri, karena masih terjatuh - jatuh terus akhirnya tas nya di bawa Angga.

Angga bilang, "Nanti kita bersih - bersih di mesjid. Udah ga begitu jauh kok".
"Terus Maul gimana?"
"Dia udah baikan lagi"
Alhamdulillah.

Benar saja, ngga sampai setengah jam kayanya, kami sampai di pintu pertama pendakian. Di sana ada pos penjagaan dan ga jauh dari sana ada mesjid. Kami tiba di mesjid, pas banget waktu isya. Lebih lega lagi lihat Maul sudah ngerokok lagi. Berarti dia udah bener - bener sehat!

Bersih - bersih sudah, tinggal mikirin gimana caranya pulang lagi ke Jakarta. Kalau mau naik communter line, sudah pasti ngga akan sempat. Mau naik bis juga udah capet harus ngeteng. Akhirnya kami nego ke kang dede, mau ngga dia antar kami ke Jakarta. Kang dede bilang bisa. Tapi cuma satu Mobil. Terpaksa Mastur, Asyraf, dan Midun mengalah dan memilih untuk ngeteng naik bus. Sebelum berpisah, kita sempatkan makan bareng dulu nasi goreng di pinggir jalan. Tapi gw sama Angga lebih memilih untuk makan nasi rames yang jual di sebelahnya. Ya habis udah 2 hari makannya nasi goreng, masa sekarang nasi goreng lagi. hehehe..

Jam 11 malam kami berangkat menuju Jakarta. Meski mobilnya carry dan di isi oleh 10 orang, kami tetap bisa tidur nyaman. hahaha.. Alhamdulillah jam 1 malam gw sampai di depan kantor. Tinggal jalan kaki sedikit ke kosan.

Selesai sudah cerita pendakian penuh drama ini. Pengalaman yang ga akan pernah gw lupain.
Terima kasih ya untuk kebersamaan dan saling melindunginya. Angga, Andi, Maul, Mastur, Veri, Ayu, Maraden, Midun, Asyraf, Vinny. Yokk kita nanjak lagi. #eh

we did it!

makam mbah salak

selfi is the best part

Maul 3 jam sebelum tepar

Jumat, 25 April 2014

Explore to Ujung Kulon, 6 - 8 December 2013

Trip ke Karimun jawa tempo lalu ternyata hanya awal dari persahabatan gw dengan Maul, Luki, Putra, Andi dan Jody :))

Setelah sukses trip bareng di Karimun jawa, masing - masing dari kita memilih untuk pergi trip sendiri - sendiri sesuai yang sudah kita rencanakan sebelumnya. Tapi hasrat untuk ngumpul bareng lagi, trip bareng lagi, ketawa bareng lagi, main kartu malem - malem lagi, foto bareng lagi itu muncul. Akhirnya setelah kopdar berkali kali, kita sepakat untuk trip ke Ujung Kulon awal bulan Desember, karena konon katanya, cuaca di Ujung Kulon oke banget di bulan itu. Dan terpilih lah tanggal 6 - 8 December tanggal baik kita untuk ke sana. 

Taman Nasional Ujung Kulon terletak di bagian paling barat Pulau Jawa, Indonesia. Kawasan Taman nasional ini juga memasukan wilayah Krakatau dan beberapa pulau kecil di sekitarnya seperti Pulau Handeuleum dan Pulau Peucang.

Anyway, trip ke Ujung Kulon ini kita adain dengan konsep yang berbeda. Maksudnya, liburan kali ini bukan hanya ekslusif kita ber lima atau hanya ber delapan, tapi juga kita ajak temen - temen yang mau gabung di trip dengan maksimal total dari kita 18 orang. Kalau kata Maul sih, jangan terlalu rame, ntar kaya rombongan besan...
-____-"

Maka Jadilah kita open trip, koar - koar untuk ajak temen - temen yang mau ikut trip kita. Setelah komplit terkumpul 18 orang dan semua sudah siap. Maka tanggal 6 December pun datang...

6 December 2013 20:30
Mepo : Plaza Semanggi


Sesuai kesepakatan, meeting point pertama kita adalah Plaza Semanggi. Alesannya karena selain letaknya strategis di tengah kota, sebelum berangkay kita bisa belanja dulu atau minimal ngecengin anak - anak kuliahan lah #eh. hahhaa
Perjalanan kita mulai pukul 21:00, menuju Desa Sumur, yang seharusnya di tempuh dalam waktu kira - kira 8 - 9 Jam dengan menggunakan Elf yang sudah kita booking. Tapi karena ada insiden agak nyasar dikit dan susah menghubungin PIC yang udah standby di Desa Sumur akibat sinyal terbatas, maka jadi lah kita agak nyasar sedikit dan sampai di tempat tujuan kira - kira pukul 7 pagi.. ppffttt..
Cukup bikin tepos.. tapi perjalanan yang panjang itu terbayarkan dengan pemandangan yang lumayan menggairahkan dan bikin mata seger..

At Desa Sumur, tempat persinggahan awal

Dermaga no-name

Abis bersih - bersih, kita siap nyebrang menuju pulau utama tujuan trip kita kali ini, yaitu Pulau Peucang. Eitttss... jangan buru - buru dulu,, sebelum ke pulau Peucang, kita eksplore dulu pulau - pulau di sekitarnya yang ga kalah ok. Pulau pertama yang jadi tujuan kita adalah Pulau Handeuleum. Di Pulau ini, kita bisa menemukan habitat Rusa hidup secara bebas di Hutan. Puas foto - foto dengan rusa, kita langsung cus ke spot snorkling pertama kita.. lalu snorkling ke dua, ke tiga dan akhirnya tiba lah di Pulau Peucang..



Senja @Peucang Island


di atas tebing

bercengkrama di pagi hari dengan penduduk asli pulau peucang :p


full team


CEG Goes to Holiday part 2 - RAFTINGGGG!!!!!

18 - Agustus - 2013

RAFTINGGGGG!!!!!

yeeaaaayy.. akhirnya berangkat juga untuk rafting bareng anak - anak CEG.

Mungkin ini liburan yang sedikit ekslusif tapi tetap dengan bugdet terbatas.
Bermodalkan hubungan customer - supplier, kita dapat harga khusus untuk bis star eksekutif dan modal minjem kartu kredit papa nya temen, karena kita bisa dapat diskon 50%. hahaha...
Tapi karena kita semua pemula, jadi kita tetep cuma berani pilih paket rafting 9 KM, itu juga makan waktu sekitar 2 jam. Lokasi rafting kita di sungai citatih.
Special Thanks to Sylvia dan Sally, kita bisa dapet bus executive yang nyaman banget, dengan seat 20, tapi cuma di isi sekitar 12 orang. Plus karoke lagi. Jadi sepanjang perjalanan Jakarta - Sukabumi - Jakarta terasa lebih menyenangkan karena masing - masing dari kita menyumbangkan suara emasnya - yang hanya seadanya. Hahahhaa...

Ga banyak cerita sih di liburan kali ini, karena memang kita cuma sehari full. Pergi subuh, pulang malam. hehhee.. tapi tetep, walaupun cuma sehari, liburan kali ini bikin kita makin kompak, dan refresh pikiran pastinya...

anyway, ini ya rincian biayanya :

1. Bayar rafting     : IDR 137,500
2. Uang Bus          : IDR 125,000
3. Uang tol dll       : IDR 12,500
4. Foto dan Video : IDR 25,000

Jadi total per orang IDR 300,000

in action


Happy rafting!
Special thanks to cherokee


sesaat pergi dari Ibu Kota, Pulau Harapan


Beruntungnya gw karena di kelilingi oleh orang - orang yang saling mendukung dan punya hobby yang sama. Bahkan teman kantor sekalipun :)

Berawal dari niatan kita untuk melupakan tugas tugas kantor sejenak yang menggila, bos yang kadang suka menyebalkan, dan hingar bingarnya ibu kota, gw dan teman - teman kantor sepakat untuk merencanakan liburan singkat, budget terbatas dan ngga perlu cuti tapi tetap menyenangkan.

Yap, setelah gugling, tanya sana sini akhirnya kita semua memutuskan untuk liburan ke Pulau Harapan. Pulau ini adalah salah satu tujuan destinasi favorit di Kepulauan seribu. Kalau kata orang - orang sih, kehidupan bawah laut di Pulau ini dan Pulau sekitarnya oke banget. Mari kita buktikan :p

and here the story goes...

29 Juni 2013

Sesuai perjanjian, kita berkumpul di mepo yang sudah di sepakati, Sevel Benhil, jam 5 subuh. Tapi tetep yaaaa.. namanya juga jam Indonesia, walaupun udah di gembor - gemborkan ga boleh telat, adaaaa aja yang bikin telat sampai akhirnya kita baru berangkat jam setengah 6 pagi. Awalnya perjalanan dari Benhil lancar jaya, tapi setelah sampai di daerah pluit, jalanan menjadi tidak bersahabat. Macet nya pake banget deh.. sampai akhirnya kita memutuskan untuk jalan kaki sekitar 500m dari pelabuhan Muara Angke. Ya udah lah yaa.. yang penting kita tetap berangkat :))

Kapal yang kita gunakan menuju Pulau Harapan bukan lah kapal khusus untuk rombongan kami aja, tapi juga di gabung dengan pelancong dan penduduk sekitar lainnya yang memiliki tujuan yang sama. Dan karena kita datang terlambat, jadi ya tempat duduk di dalam kapal pun dapat cuma seadanya.

Tips : Untuk yang suka mabuk laut, minum antimo atau sejenisnya, karena perjalanan dari Muara Angke - Pulau Harapan sekitar 3 - 4 jam, di tambah lagi keadaan kapal yang penuh sesak dan bau amis dari kapal.


 

Kami akhirnya sampai mungkin sekitar pukul 12 siang, langsung menuju rumah yang sudah di kita sewa, dan disana juga sudah di sediakan makan oleh guide kita. Yeeaaaay, akhirnya ketemu nasi jugaa :p . Setelah istirahat sejenak, ngelurusin badan, makan, ganti baju, akhirnya kita siap untuk snorkling mengelilingi pulau dan mengejar sunset.

Sepanjang perjalanan menujur spot snorkling selalu ramai dan ceria, dari sini keliatan banget kita semua udah stress sama kerjaan. Nyanyi lagu pelesetan lah, atau ada yang nyeletuk dikit langsung di ledekin lah, atau tiba - tiba pada tepuk tangan. haahah.. X_X

Tujuan spot pertama kita ke Pulau Bira, tapi sayang sesampainya di sana, sempat hujan sebentar, jadi warna air lautnya agak sedikit keruh dan ikannya sedikit. Hikss.. Snorkling lanjut ke Pulau Macan, disini lumayan lah,, airnya jernih, karangnya lebih banyak dari tempat awal.

Puas snorkling, kita menuju pulau Kayu Angin Bintang, disini tempatnya oke, pasirnya putih halus. Dan tanpa babibu dan tanpa di komando, kita langsung nyebur, puas - puasin mantai, main pasir, dan foto - foto kece (tetep..)

 
 
snorkling time
 
yeeeeaaaaayyyyy!!!
 
 
Perjalanan hari pertama ini lanjut mengejar sunset di pulau Bulat, tapi sayang, cuaca berawan, jadi matahari agak malu - malu untuk muncul. Yah gapap lah, yang penting kita tetep eksis untuk foto - foto. hahaha..
another trip with debby
 
 

Malamnya, seperti trip yang sudah sudah, gw meracuni anak - anak untuk main kartu sambil nunggu BBQ kita di siapkan sama guide. Dan berakhir lah hari pertama dengan penuh suka cita

 
sambalnya nampol bangettttt!!!


30 June 2013

Hari Kedua kita sudah tidak basah - bahasan lagi. Selesai sarapan kita langsung cus ke penangkaran Elang Bondol dan penangkaran penyu. Sebenarnya masih belum puas sih liburan 2 hari yang sangat singkat ini, tapi mau gimana lagi, kapal Fery yang akan membawa kita pulang ke Jakarta sudah standby jam 12 siang. Waktunya pulangggg....





 
sunrise at Harapan Island




kenapa fotonya jadi miring gini..



at Kayu Angin Bintang Island

Senin, 26 Agustus 2013

Ku temukan surga dunia, Karimun Jawa

haaaaaaiii.. apa kabar? tetap semangat untuk mengunjungi tempat - tempat baru kan?
sebelum gw lupa, kali ini gw akan bercerita tentang sebuah tempat yang indahnya luar biasa. yess guys, you have to visit this place, an amazing place.

Adalah gw beserta teman - teman baru yang gw temukan di Kiluan trip bulan February lalu.
awal mula rencana ini karena ketidak sengajaan gw bertemu dengan Putra, Maul, Dannis, Andi, Tya, Uchi di Taman Anggrek. Tapi Sayang seiring berjalannya waktu, Dannis, Tya dan Uchi ngga bisa ikut karena satu dan lain hal. but, Hey... it doesnt matter,  karena ada Luki, Kajum dan Ody yang ngegantiin mereka.

Dan yeeeaaaayyy..
Akhirnya 5 Juni 2013 itu datang juga, hari yang sudah kita tunggu selama mungkin 3 bulan lebih. hahaha
Setelah semua di urus, mulai dari beli tiket KA, transportasi Semarang - Jepara, penginapan Jepara, kapal express, wisma apung, makan, sewa kapal, alat snorkling... yayaya, baik lah.. untuk bagian ini, thanks to @bustamil , si raja Modus, TS kita kali ini. hahaha.. pasti dia ke geeran deh ini.

Karimunjawa adalah kepulauan di Laut Jawa yang termasuk dalam Kabupaten Jepara, Jawa Tengah. Dengan luas daratan ±1.500 hektare dan perairan ±110.000 hektare, Karimun Jawa kini dikembangkan menjadi pesona wisata Taman Laut yang mulai digemarin wisatawan lokal dan asing.
Berdasarkan legenda yang beredar di kepulauan, Pulau Karimunjawa ditemukan oleh Sunan Muria. Legenda itu berkisah tentang Sunan Muria yang prihatin atas kenakalan putranya, Amir Hasan. Dengan maksud mendidik, Sunan Muria kemudian memerintahkan putranya untuk pergi ke sebuah pulau yang nampak "kremun-kremun" (kabur) dari puncak Gunung Muria agar si anak dapat memperdalam dan mengembangkan ilmu agamanya. Karena tampak "kremun-kremun" maka dinamakanlah pulau tersebut Pulau Karimun (Sumber : Wikipedia.com).
 
ok ok .. gw rasa cukup intro nya. kalian pasti udah ga sabar ingin melihat keindahan Karimun Jawa. baiklah, mungkin lebih baik gw perlihat kan foto dari pada harus bercerita panjang lebar. hehe...

*but, sorry, Iam little bit narsis, hehe..
Kita berangkat dari Jakarta hari rabu (5 june 2013) menggunakan kereta malam menuju semarang. tiba di Semarang sekitar pukul 5 pagi, dan langsung cus ke Jepara menggunakan angkot yang udah kita carter sebelumnya.. perjalanan Semarang - Jepara di tempuh sekitar 2 - 3 jam.
tiba di Jepara, kita langsung menuju penginapan, bersih - bersih diri, lanjut sarapan di warung makan sekitar.
penginapan kita di Jepara, Penginapan Kota Baru
Iya, emang dasar kita ngga bisa diem, selesai makan, kita langsung tanya - tanya ke warga, di Jepara bisa main ke mana yaaa? dan jawabannya adalah : Pulau Panjang. tanpa babibu, kita menuju Pulau Panjang, cuma 15 menit dari dermaga Pantai Kartini.
@Pulau Panjang


not really good, but enough for narcis and hunting

esoknya, pukul 2, kapal express kita siap nyebrang menuju Karimun Jawa. alhamdulillah, perjalanan lancar, after 2 hours, Hey Karimun Jawa, We are coming!!!!


Dermaga karimun jawa
 
penginapan wisma apung di pagi hari

setibanya di wisma apung, langsung nyemplung, berenang bareng hiu bayi
enjoying sunrise mama lemon in front of wisma apung

kalau ini sunset mama lemon di belakang wisma apung

ceritanya pura -pura prewedding. hahaa *timpuk*


freedive time


 

surga bawah laut

 
Hari Minggu (9 June 2013) pun tiba, saat nya kita untuk meninggalkan surga ini dan kembali ke kehidupan yang sebenarnya..menggunakan kereta ekonomi AC dari semarang menuju pasar senen Jakarta, akhirnya kita tiba di jakarta (gw lupa jam berapa nya) :P


see you in another trip guy \(*_*)/

Minggu, 24 Maret 2013

We've got our Holiday, Teluk Kiluan















Dear,

sudah lama ngga nulis di blog ini, padahal sudah banyak banget draft yang tersimpan. Tapi dari sekian banyak tulisan, akhirnya cerita ini yang gw pilih untuk gw share. 

January 2013, 

Sebut lah ini liburan kesekian kali nya yang gw lakukan bareng Debby. Tujuan liburan yang kita pilih adalah "Teluk Kiluan", Lampung. 

Teluk Kiluan ini paling terkenal dengan tempat persinggahan lumba - lumba. Makanya, gw udah penasaran banget untuk pergi kesini sejak Agustus 2012, tapi keadaan cuaca dan waktu pada saat itu sangat ngga mendukung untuk liburan di pantai, apalagi menerjang samudra. Dan pada Akhirnya, bulan January gw iseng buka blog BPI, dan ngga sengaja nemu post nya Raffauli Trip yang ngadain trip ke Teluk Kiluan tanggal 22 - 24 February 2013. 
Yess!!!
langsung gw hubungi temen - temen gw, ngajakin mereka untuk join. dan akhirnya kita, Gw, Debby, Bona, Nopha, Gilang, Febry, positif untuk join di trip ini.

22 February 2013

Pulang dari kantor masing - masing, kita langsung menuju ke Slipi, tempat meeting point kita dengan om - om Raffaulli. Dari sini kita berangkat naik bus menuju merak.
Sampai di Merak kira - kira pukul 11 Malam, tapi kita baru dapat Ferry untuk menyebrang sekitar pukul 1 pagi dan tiba di Pelabuhan Bakauheni sekitar pukul 4 pagi. hoaaamm...

23 February 2013

Dari Pelabuhan Bakauheni, kita naik angkot yang sudah di persiapkan tim, menuju sebuah rumah, tempat kita beristirahat sebentar, sarapan, sholat dan briefing. Sepanjang perjalanan kita disuguhkan pemandangan gunung dan hamparan sawah yang tidak kita temui di Jakarta. Sayang, gw lupa mengabadikan moment ini. 

Selesai briefing, masih dengan menggunakan angkot, kita menuju Dermaga Canti, dan disini lah awal dari perjalanan panjang kita. 
At Dermaga Canti

full team :)

kapal yang kita gunakan itu adalah kapal kecil yang biasa di gunakan nelayan. dan ini adalah pengalaman pertama gw naik. Awalnya gw masih kuat, tapi ombak terlalu besar. kadang kapal seperti akan oleng, bahkan ngga jarang air masuk ke kapal. 


foto - foto awal, kita masih seger



Tim Raffauli ini tahu banget cara memanjakan kita, disaat kita semua sudah menyerah dengan alam. saat semua orang sudah mengeluarkan hampir semua isi perut (mabok laut-red), kita berhenti sejenak di sebuah pulau untuk snorkling sebentar. gw lupa nanya nama pulau nya. Setelah itu kita makan siang di pulau lain. itu makan siang paling enak mungkin, karena gw bisa makan langsung di pinggi pantai, sambil ngerasain deburan ombak nyentuh badan gw. hehe..



sekitar pukul 2 siang, akhirnya kita sampai di tujuan utama kita, yaitu Pulau Kelapa, dimana katanya semua pusat kegiatan di Teluk Kiluan dilakukan di pulau ini. 

and here we go!! our activity at Kelapa Island
pertama kali sampai


enjoying the sunset

fresh from the sea. nyaaammmm...

24 February 2013
Jam 5 subuh kita sudah di bangunkan tim untuk bersiap dengan tujuan utama kita, yaitu melihat lumba - lumba menari langsung dari samudra lepas. 

berangkat dengan menggunakan Jukung, menerjang ombak yang begitu besar. Semangat berburu tarian lumba - lumba!!
paling depan itu Om nandar
Amazing moment

we called it, bonus view ^_^
puas dengan atraksi lumba - lumba, kami melanjutkan petualangan kami untuk menikmati sisi pulau Kelapa yang lainnya...






I love this moments, playing with the waves. best part!!!
25 February 2013, jam 1 siang.

Akhirnya waktu itu tiba, kita harus kembali ke tempat masing - masing. kembali harus menjalani kehidupan yang sesungguhnya. 

sebelum keberangkatan pulang
15 menit kemudian, semua orang tidur. kecuali debby. kasian, ngga kebagian tempat *puk puk debby*
Pelayaran pulang dari Kelapa - Bandar lampung ini ditempuh selama 4 jam, sebelum tiba di Bakauheni lagi, kita mampir untuk membeli oleh - oleh. Tiba di Bakauheni sekita pukul 7 malam, dan akhirnya gw tiba di kosan sekitar pukul 2 pagi.


see you next trip, guys \(^_^)/

-thanks to 
        Debby, Bona, Nopha, Gilang dan Febry 
              Tim Raffauli trip, sebagai penyelenggara. Dari sini gw juga dapet banyaaaakkk temen baruuuu :))

Price : 
1. Slipi - Merak - Slipi : Rp. 40,000, per orang (PP)
2. paket Raffauli Trip : Rp. 585,000. include semuanyaaaaaa... transport dari Merak - Kiluan - Merak, makan pagi, siang, malam, Ikan Bakar, Penginapan nyaman bebas nyamuk. 
3. sewa alat snorkling lengkap Rp. 70,000