Tampilkan postingan dengan label Indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Indonesia. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 19 Desember 2015

Chapter 2 : Menuju puncak Gunung Salak

Perjalanan menuju puncak Salak ini bukan hanya menguras tenaga, tetapi juga emosi kita. Lagi – lagi gw harus bilang bahwa kenal dengan siapa kita mendaki itu sangat lah penting. Karena dengan mereka lah kita akan saling menggantungkan hidup di hutan sana.

Lagi asyik menikmati makan malam, tiba – tiba maul dateng nyamperin kami dan minta makan. Hahaha… Terus kami cerita kalau mau summit jam 3 pagi dan membiarkan Maul dan Mastur istirahat aja dulu di tenda. Ternyata Maul ngga setuju. Dia merasa sehat dan mau ikut juga menuju puncak. Alhamdulillah kalau dia merasa sanggup. Berarti rencana awal untuk turun lewat jalur Cimelati tetap dilakukan dengan konsekuensi kita akan melewatkan sunrise di puncak. Ga papa lah, karena yang terpenting buat kami saat ini adalah bisa kembali lagi kerumah.

Selesai makan malam, kami langsung kembali ke tenda masing – masing untuk beristirahat. Gw satu tenda dengan Ayu dan Vinny. Sialnya, ternyata sleeping bag dan jaket yang gw bawa semuanya basah karena hujan. Terpaksa tidur cuma beralaskan matras dan tanpa selimut. Kebayang dong dinginnya kaya apa! Habis hujan – hujanan, tempat lembab dan tanpa perlindungan sedikit pun selain pakaian yang ada dibadan. Bbrrrr… Udah pasti ngga akan bisa tidur nyenyak, makanya gw minum antimo yang di bawa Ayu. Dan alhamdulillah bisa tidur. Tapi… Tepat jam 9 malam, tiba – tiba Ayu bangunin gw. Dia bilang kalau dia menggigil kedinginan. Aduh.. gw panik. Bingung harus ngapain! Yang gw pikirkan cuma kompor, dan itu adanya di tenda Midun. Ga mungkin gw ambil ke sana. Pertama, kalau kesana berarti kaki gw kotor lagi kena lumpur, sedangkan persediaan tisu basah menipis banget. Kedua, kalau harus ke tendanya Midun itu jalannya gelappp bangettt.. dan semua orang sudah tertidur lelap di tendanya masing – masing. Gw jadi parno sendiri. Hahaha.. maaf Ayu, kompornya ga bisa gw ambilin buat angetin badan kamu. Lagi bingung gitu, adek gw kebangun juga, dia bilang skin to skin aja. Oh iya, bener juga. Akhirnya gw ambil tangannya Ayu kemudian gw gosok – gosok dengan kedua tangan gw. Alhamdulillah.. Ayu udah mulai merasa hangat. Vinny juga gw bangunin biar dia bisa pindah ke pinggir dan Ayu di tengah. Jadi waktu kita tidur, Vinny bisa peluk Ayu dan gw bisa tetap genggam tangannya Ayu biar dia tetap merasa hangat. Tapi masalah datang lagi, tiba – tiba Vinny mengerang kesakitan dan bilang kalau lututnya sakit banget. Ngga bisa dilurusin dan merasa sedikit bergeser. Ya ampuunn.. apa lagi ituuuu… Gw cuma bisa bilang, “Coba dipaksa lurusin aja kakinya, topang telapak kaki dengan sesuatu biar betisnya lebih tinggi dan selimutin pake handuk kita, buat Ayu, sebelum tidur, minum antimo aja dulu biar bisa tidur nyenyak”. Alhamdulillah lagi.. dengan begitu semua bisa tidur dengan nyenyak sampai pagi tiba.

Beruntungnya lagi, malam itu ngga ada hujan. Ngga kebayang gimana kalau turun hujan. Pasti tenda kami kebanjiran, karena posisi tenda kami tu sebenarnya jalur aliran air menuju jurang.

6 December 2015

Kami bersiap – siap untuk melanjutkan perjalanan menuju puncak. Tinggal 11HM lagi brooohh! Sebelum menuju puncak, semua harus sarapan pokoknya. Ini penting banget untuk mengisi energi kita yang sudah terkuras habis di hari sebelumnya. Apalagi sarapannya spesial, nasi goreng kuah rendang plus indomie. Beuhhh.. enak parah deh pokoknya. Hahaha… Ngelirik jam, sudah menunjukkan pukul 7.30. Gw, Maul, Vinny, Ayu dan Veri memutuskan untuk jalan duluan sementara yang lain masih beres – beres tenda. Ntar juga paling kami kesusul. Hahaha.. dan benar saja, mungkin udah sekitar setengah jam kami jalan, mereka benar – benar bisa menyusul kami. Emang beda ya amatiran dan yang berpengalaman. Pppfttt… Persediaan air sudah sangat menipis. Untuk penjalanan menuju puncak ini, kami cuma membatasi minum maksimal 2 botol untuk semuanya. Hutan masih sama lebatnya, dan trek masih jauh dari kata landai. Masih ingat webing yang kami temui di HM 25? Ternyata itu bukan webing satu - satunya. Untuk menuju puncak ini, ada sekitar sedikitnya 6 webing yang akan dilalui. Mantaapp…
abis sarapan, mata udah seger, siap untuk melanjutkan perjalanan
istirahat di HM45

sebentar lagi puncak!
Setiap melihat patokan itu adalah kebahagiaan tersendiri bagi kami. Melihat angka yang berbeda di patokan itu kaya memberikan semangat baru untuk terus mempercepat langkah kami. Meski ingin, tapi kami ga sanggup. Ya udah, balik lagi ke judul awal grup, "Ngesot bareng ke Salak", sampai akhirnyaa....

HM 49!

Yeay... jalan di depan benar - benar landai. berarti kita sudah sangat dekat dengan puncak. Yuhuuuu.. finally, kami di belokan terakhir menuju puncak! Sampai di puncak kami peluk - pelukan macam teletabis saking seneng dan terharunya. hahaha... Kami sampai di puncak tepat pukul 9.30 WIB.

belokan terakhir sebelum puncak

puncak ada di balik pohon itu, brooo
Sambil istirahat sebentar kami foto - foto dan menikmati alam, meskipun waktu itu kabut sedang naik dan kami ngga bisa lihat apa - apa juga sih. Semua logistik yang tersisa dikeluarkan untuk mengurangi beban, dan kebetulan juga di puncak kami kelaparan. Maka, jadilah persediaan indomie dimasak semua.


laper?
Pukul 11.00 WIB
Puas foto - foto dan perut juga sudah kenyang, kami memutuskan untuk turun. Sebelum turun, Maul sempat tanya ke salah seorang tim yang keliatannya umurnya masih kecil -semacam team SARS atau polisi hutan- yang sengaja ke puncak Gunung Salak untuk ziarah ke makam mbah Salak. Dia bilang, tadi dia mulai naik lewat jalur Cimelati dan sampai ke puncak cuma butuh waktu sekitar 5 jam. Makin semangat lah Maul untuk turun lewat sana. Dia optimis, kalau naik cuma 5 jam, berarti turun pun cuma perlu sekitar 4 jam. Apalagi dia lihat rombongan tim itu cuma bawa daypack dan sedikit air minum.

ternyata isitilah "dont judge a book by its cover" itu benar adanya.

Berpegangan pada e-gps yang di bawa Angga, kami tahu bahwa jalur Cimelati memiliki 5 pos sebelum sampai di basecamp. Tapi jangan harap pos yang ada seperti kebanyakan pos - pos di gunung lain. Pos yang ada ini hanya tulisan yang menjadi petunjuk ada dimana posisi kita sebenarnya dan berapa lama lagi perkiraan waktu yang di butuhkan untuk sampai di basecamp. Jalur Cimelati ini berbeda dengan jalur Cidahu. Di Cimelati dari awal puncak sampai sajauh mata memandang, jalurnya menurunnnnn terusss.. hampir sekitar 60 derajat kemiringannya, tapi juga ga bisa di pakai ngesot. Di sini lah kekuatan lutut benar - benar diandalkan.

*bersambung ke chapter 3* 

Rabu, 09 September 2015

Sangiang island - surga tersembunyi di ujung jawa.

Tripmodus Goes to Sangiang Island, really new expericene :p

Guys, sebelum gw cerita tentang liburan yang lain, mungkin ada baiknya gw cerita tentang Pulau Sangiang.
Pulau yang baruuuu banget gw datengin tanggal 5 - 6 September 2015 kemaren. Pulau yang buat hampir semuanya jackpot karena masuk angin, termasuk gw, hahhaa...

Pulau Sangiang adalah sebuah pulau kecil yang terletak di Selat Sunda, Yakni antara Jawa dan Sumatra. Secara administratif, pulau ini termasuk dalam wilayah kabupaten Serang, Banten (-wikipedia).

Berbeda denga trip - trip sebelumnya, tidak ada satupun dari kami yang pernah menjelajahi pulau ini. Jadi meskipun koordinasi telah di lakukan dengan guide (Pak Rais) di Banten, tetap aja, banyak banget kejutan - kejutan yang kami temui. hahaha

Jumat, 4 September 2015.
21:00
Its fridayyyyy mannn... artinya waktunya untuk berangkat :) :)
Meeting point kali ini adalah Slipi Jaya, kenapa, karena di tempat ini banyak banget bus umum yang akan lewat dengan seat yang masih kosong. Yap, kita bisa naik bis apa aja, karena pilihan bisnya memang banyaakk banget. Asalkan tujuannya adalah ke arah Merak. Kita tinggal naik bis datang yang paling cepat. hehehhe... Yang terpenting adalah, jangan lupa pesan ke pak supir bis nya untuk minta di turunkan di "simpang tiga" (tenang aja, Pak Supir udah tau kok simpang tiga apa yang kita maksud). Dari Simpang tiga, perjalanan di lanjutkan dengan menggunakan angkot menuju Pantai Tanjung Tung

Sabtu, 5 September 2015
1. 00 am, tiba di Pantai Tanjung tung.
ok, kejutan pun di mulai,,
Memang sih, Pak Rais bilang kita bisa istirahat, pesen makanan, minuman di Pantai Tanjung Tung. Tapi sebenernya dalam bayangan gw, seperti trip - trip yang sudah - sudah, perjalanan akan terus berlanjut non-spot sampai di tempat tujuan. Tapi kali ini ngga, Tanjung Tung itu adalah sebuah pantai, yang di sana ada beberapa resto yang memiliki saung. Setelah konfirmasi lagi, ternyata Pak Rais bilang, kita istirahat dulu di saung itu, kalau matahari sudah terbit dan sudah sarapan, baru kita nyebrang pulau lagi.
o.. ooow.. ok, itu artinya kita tidur di tempat terbuka dengan angin yang lumayan dingin bangetttt dan tanpa persiapan..
Baiklahh...
suasana saung
Esoknya, karena ada miss communication sedikit dengan Pak rais dan pihak Saung, kita baru berangkat untuk nyebrang pulau sekitar jam 8 pagi, memang sih waktu nya agak terbuang sedikit. tapi ternyataaa....

Waktu yang di butuhkan untuk nyebrang pulau dari Anyer ke Sangiang adalah sekitar 1,5jam. Sesuai itin yang udah di susun, sekaligus konsultasi dengan awak kapal, kita akan langsung snorkling. 

Spot snorkling yang terkenal di sekitar pulau sangiang ada 3, Rawa kedondong, Tanjung bajo, dan Legoon waru. Karena lokasi Rawa kedondong adalah yang paling jauh, dan Legoon waru yang paling dekat dengan penginapan, maka snorkling kita mulai dari lokasi yang terjauh terlebih dahulu.. 
Untuk snorkling kali ini, menurut gw, Rawa kedondong dan tanjung bajo adalah yang paling ok. Sayangnya, karena sinus gw yang menjadi, gw ngga bisa lagi snorkling lama - lama. hmm.. mungkin ini faktor usia juga kali yaa, karena selain ngga bisa berenang lama - lama, di 2 tempat ini juga kita jackpot.. jadi kebayang kan, yang pada snorkling di bawah kita, tapi ada sisa muntahan. hahha.. yaaiikkksss...

Puas snorkling di 3 tempat, ternyata waktu masih di angka jam 2 siang. Nungguin sunset masih lama, mau snorkling udah ga ada tenaga, apalagi si abang kapal nawarin tracking, makin ngga semangat lah kita. Akhirnya kami memutuskan untuk ke homestay aja buat bersih - bersih dan istirahat..
Dan kejadian paling lucu dari trip ini - versi gw 

"Bang, homestaynya di mana?" 
"lumayan jauh neng, harus jalan dulu sekitar 15 menit, terus nanti barang - barangnya masukin ke gerobak aja, biar di bawa pake gerobak"
"ok bang", sambil mikir, yahh.. jalan lagi, udah lelah dedek banggg...

Ternyata, baru juga selangkah jalan.. si abang bilang
"naaahh.. kita udah sampe ke di homestay neng"

homestay-nya passs banget di depan dermaga dong! Agak kaget setengah ga percaya juga sih. Lah wong semua barang kita udah di masukin ke gerobak dan siap di dorong kok. Tau gitu kan ngapain repot - repot nyusun barang. hahaha.. 
Sadar badan udah pegel, kita langsung nyari lapak masing - masing buat bersandar, ngobrol dan kalo ada yang mau mandi, monggo bangett. it's your time!
hmm.. ngomong - ngomong soal mandi nih. Ada kejutan lagi! Sangiang ini termasuk salah satu pulau yang listriknya cuma nyala di malam hari. Sooo.. meskipun mereka ada sumur, tapi pompa airnya ga bisa di hidupin kan. Jadi lah yang mau mandi, silahkan nimba air sendiri! belum selesai penderitaan sih, nimbanya ga pake katrol! bener - bener masih cara konvensional. haha.. nasib. 
tambah bikin males mandi. Untung cowok - cowok nya sadar diri, jadi mereka baik banget mau bantuin kami. hihihi *jempolll*

Sore hari nya, setelah semua bersih - bersih diri dan istirahat, kita hunting sunset. Sayangnya, hari itu mataharinya tertutup awan. Tapi ngga menutup tingkat kenarsisan kami. haha

menanti sunset
Tapi di balik cerita yang mengejutkan sekaligus menyenangkan itu, pulau Sangiang ini, seperti kata orang - orang, memang indah banget loh. 

Minggu, 6 September 2015
Pagi - pagi, selesai sarapan, kami siap - siap tracking. 
kata guide nya perjalanan akan di tempuh selama 3 jam! dalam bayangan kami, ok, 3 jam jalan lagi, belum termasuk foto - foto, istirahat, dan lain - lain, mungkin waktunya bisa 5 - 6 jam kali ya. Tapi ternyata salah! 3 jam itu sudah termasuk dari kita pergi, foto - foto, minum es kelapa, sampai pulang lagi ke homestay. hahaa.. Alhamdulillah...

Rute tracking kita adalah : Goa Kelelawar - Goa Hiu - Pantai Pasir Panjang
dan selama perjalanan, kalian bakal terkagum - kagum sendiri sama keindahannya. 
pose di depan goa kelelawar

goa nya agak sedikit bau, karena banyak banget kelelawar di sana.
Jalan sedikit menuju goa Hiu, kami di suguhkan pemandangan ini : 


groufi is always fun




and here we go : Goa Hiu, yang katanya, kadang - kadang ada hiu kecil yang mampir ke goa ini




Tujuan terakhir, pantai pasir panjang. Ternyata pantai ini kalau siang, kereeeennn paraaahh! 



stt.. kalau yang ini, cerita di balik layarnya. tidur di atas kapal goyang!
Habis explore pulau Sangiang, tepat jam 1 siangnya, kami pulang lagi ke pulau jawa. dan selesai lah liburan kami yang menyenangkan dan penuh kejutan ini :D

oh ya, biaya share cost nya : RP 450rb include all. Pokoknya tinggal duduk manis deh. hehhee 


Explore Derawan, Maratua, Sangalaki and Kakaban Island, the best beautiful view I've been visited, Part 2

Sunrise @derawan Island
because there is a new hope in a new day

Ngomongin tentang derawan memang ga akan pernah ada habisnya. Setelah gagal melihat sunrise di hari sebelumnya, kami ngga mau kecolongan lagi. Berbekal alarm dan semangat yang tinggi, gw dan teman - teman udah bertekad untuk saling membangunkan satu sama lain.

dan benar saja, keesokan harinya, tepat pukul empat pagi, kamar gw udah di gedor - gedor sama Sonia buat bangun. hahaha...
untuk menikmati sunrise, kami harus berjalan dulu ke ujung pulau. Tapi jangan khawatir, perjalanan yang di tempuh cuma 15 menit kok :)

Perjuangan bangun pagi kami membuahkan hasil yang manis. awalnya memang matahari muncul dengan malu - malu, sampai kami pikir, penantian kami sia - sia. Tapi ternyata kami salah. Selang beberapa menit kemudian, muncul lah sinar itu... sinar yang menandakan hari baru telah di mulai.
dan kami terkesima,, terdiam beberapa saat sambil mengagumi keindahan lukisan-Nya.
it is good to enjoy sunrise by our self, but it is better if we can enjoy it with our beloved


Sekali lagi, Ngomongin derawan memang ga akan pernah ada habisnya.
and its time to see jelly fissshhhh... yeaaaaayyy...
ya, saatnya bercengkrama dengan ubur - ubur yang tersohor ^_^
with Jelly fish
Yang perlu di catat di sini, jangan sentuh ubur - uburnya, karena ubur - ubur ini sangat sensitif dengan sentuhan dan bisa membahayakan kelangsungan hidup mereka. Jangan juga berenang dengan menggukan fin yaaa..
Kakaban Lake

Puas berenang di danau kami snorkling di persis di depan pulau kakaban.. dan di sini tuh kereenn bangett.. spotnya berupa palung dan banyak banget terumbu karang yang berwarna warni dengan ikan - ikan yang ga ada hentinya. Asli ini keren banget..
Sayangnya, ngga semua foto underwater kita copy waktu kopdar...



perjalanan kami lanjutkan menuju pulau Sangalaki dan pulau Maratua, dan seperti pulau - pulau derawan yang lain, pulau yang ini indahhh banggeet...
check this out :




in front of Maratua Island

in front of Maratua Island
Tapi... karena Maratua Island ini sudah jadi milik orang asing dan bukan di kelola oleh pemerintah, kita ngga boleh sembarangan masuk ke pulau, harus memberikan biaya retribusi yang lumayan. Makanya, waktu itu kami cuma puas - puasin main air -yang jernih banget- di depan pulau aja. *sad*

dannn.. tiba lah saatnya pulang.. 
Akhirnya liburan pun berakhir. hahhaa..
tapi sungguh, Pulau Derawan adalah pulau yang memikili pantai dan terumbu karang yang indah banget.




Biaya : 
Pesawat Jakarta - Tarakan PP : IDR 1,200,000
Package Derawan 4D3N including alat snorkling, makan, dll : IDR 1,600,000

sst.. kalau kalian ke sini, jangan lupa cicipin sate cumi nya yaa.. harganya murah, saat itu cuma IDR 2000/tusuk, rasanya? kenyal kenyal manis enak gitu dehhh..


Minggu, 07 Desember 2014

Explore Derawan, Maratua, Sangalaki and Kakaban Island, the best beautiful view I've been visited, Part 1

People said, travelling is not only about going to somewhere, its about finding something new, meeting new people, making a good friendship and trying something we never do before. If we can feel it, then money doesn't matter. Because we can always make money, but we can't always make memories. And I said, Damn! It's true!!



Dear Gengs,

Its been long time I am not update about my journey. Bukan karena gw sombong atau maless.. bukannn... tapi memang karena I have no time. Sibuk sama kerjaan yang membabi buta dan ga pernah berhenti. Ya iya lah yaaa.. kalo kerjaan berhenti, berarti resign dong. hehehe... Sibuk juga sama pacaram, undangan sini situ (hiks, jeleousdotcom, Hastag curcol. Hahaha), dannnnn sibuk sama traveling yang tak kunjung usai. asiiikk.. asiikkkk...

Tapi jangan sediiihhh... sekarang gw akan update perjalanan gw kok... walaupun sebelah gw cewek cantik, tapi asap rokoknya ngebul banget ke arah gw. Soalnya dia duduk di samping ac, yang juga mengarah ke gw. mbak mbak... mbok ya asapnya jangan di bagi bagi ke gw... huhuhu

Selesai liburan ke Ujung Kulon bersama tripmodus and the gengs, selang beberapa bulan kemudian, tepatnya April 2014, kita cus ke Pulau Derawan. The Dream Island. Tempat yang lagi hits banget belakangan ini sama ubur - ubur yang bersahabat dengan kita di danau Kakaban, sama Manta, species ikan yang konon katanya gampang banget di temui, dan sama penyu yang bisa kita lihat setiap hari, bahkan dari kamar penginapan. dan yaaa... kami ke sana ingin membuktikan semua itu, membuktikan dengan mata kepala sendiri, how amazing Derawan is. hihihi

Untuk liburan ke sini, kita memang sudah rencanain dari jauh - jauh hari banget... pencarian tiket aja dari Bulan Agustus 2013, dan alhamdulillah, kebetulan saat itu lagi ada promo penerbangan dari Jakarta - Tarakan.
FYI, untuk harga flat, biaya penerbangan berkisar 1,6 jt - 1,8jt pp. Tapi karena kita dapet harga promo, jadi lumayan cost saving jadi 1,2 jt pp. Namanya juga rezeki anak sholeh yaaa... hehehe..
Selain tiket, kami juga pake system nabung, karena kami sadar, ga ada satupun dari kami yang bisa hemat. hahaha.. ini juga untuk memastikan kok kalau kita bener - bener jadi ikut. Jangan sampai udah mendekati harinya, malah ada yang mundur, yang berakibat sama yang lain karena pasti sharing cost jadi naik :p

18 April 2014.
Sekitar jam 3 pagi, iyaaa.. jam 3 pagiiii... dengan mata yang masih kriyep - kriyep karena belum tidur, jiwa baru terkumpul setengah tapi dengan semangat full, kita semua udah berkumpul di Bandara Soeta. Kita memang sengaja mengharuskan semua yang ikut satu pesawat dan ambil penerbangan paling pagi, flight jam 5 subuh. Jangan sampai ada yang saling tunggu... waktu meeeennn... sayang banget liburan jauh - jauh kalau ada waktu yang terbuang.
Kabar baiknya : flight kami ngga delay, sunrise di atas pesawat menakjubkan, dan pesawat landing dengan mulus..
Kabar buruknya : ga ada dongg.. semua happy, semua senang walaupun sedikit kelaparan.. Alhamdu...lillaaaaaaahhhh...
Tiba di Tarakan sekita pukul 10 am waktu setempat, di sana udah nunggu si Raja Modus kita, Putra dan mobil jemputan kita. Yup, putra memang sudah berada di Kalimantan beberapa hari sebelum keberangkatan kami. Dia bilang sih, mau survey tempat dulu, padahal mahhh.. gw tau banget dia udah ga sabar lagi buat nyelam. Iya deh putttt... hihihi...

Selesai sarapan seadanya di warung pinggir jalan, kami langsung berangkat ke dermaga tempat kita akan menyebrang ke pulau tujuan utama kami. Denger - denger, penyebrangannya makan waktu 3 jam. Tapi gelombang lagi ga bersahabat. Speedboat yang kami naiki melaju sangat kencang, menembus gelombang ombak yang lagi tinggi. Alhasil, semua nya merasa perut di kocok - kocok. Banget! Pengen tidur, tapi ga bisa, pengen menikmati pemandangan, apa yang bisa di nikmati, sekeliling air berwarna coklat, dan matahari saat itu, panasnya Subhanallah. tapi ga boleh ngeluh.. masa liburan ngeluh.. akhirnya kami semua lebih memilih untuk diam, mendingan save tenaga deh. hihihi.. setelah kurang lebih 4 jam berada di kapal... Taraaaaaaa... finally!!! kita sampai di tujuan utama. Derawan Island. Kesan pertama : guysssss,,, this is coollllll!!!!! Check this :




Welcome to Derawannnn.. yeeaaaaaayyyy!!!


Hari pertama di pulau ini kita cuma habiskan untuk beristirahat dan eksplore pulau derawan sebentar. Capek pisan cyiinnn.. Alhamdulillahnya lagi, penginapan kita bagusssss.. banget, ber AC, kamar mandi dalam, view langsung menghadap ke laut dan nyaman. Tapi sayang, waktu kita ke sana, tempat itu di monopoli sama orang - orang pemerintahan yang lagi ngadain pelatihan. Jadi kami kurang leluasa untuk mondar - mandir di penginapan. Ya gapapa lah, we still could enjoy the holiday. Toh, kita juga seharian bakal ada di tengah lautan. hihihi..

Esok harinya, 19 April 204, ga seperti biasanya, kira semua ga ada yang sanggup bangun pagi untuk liat sunrise. hahaha.. Ya sudah lah, masih ada kesempatan besok!
Badan udah seger semua, alat snorkling udah ada, sunblock udah siap, kita langsung cus snorkling. sesuai kesepakatan tadi malam, kami mungkin akan melawan arus dan berbeda dengan traveller lainnya, kalau traveller lain, biasanya hari pertama mereka akan ke pulau kakaban, dan maratua, kita malah rencain itu di hari ke dua. yup! hari pertama kita snorkling dan mantai aja...
mantai aja?? eitttssss.. liat nih foto - foto nya :


Hutan Bakau

 
Snorkling hari Pertama
istirahat sejenak di pondok yang ada di tengah laut


gimana caranya rotate ini? hiks, maaf ya Gaptek

Pulau gusung, you do amaze with this view, dont you?